Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Antara Cinta dan Ajal, Keduanya Nikmat


Aku tak mengerti apa itu cinta
Meski lisan telah beku mengungkapkan dan tinta telah kering menuliskan
Yang kutahu cinta itu indah dan menyilaukan pandangan
Menebarkan kesempurnaan kebaikan diruang jiwa

Sudah kuungkapkan cinta dengan semampunya
Namun tetap saja tak sempurna, cacat, laksana benda setengah jadi
Oh Allah, Sadarkan hamba bahwa tiada sempurna dunia tanpa cinta
Dan Hanya Roob-kulah yang sempurna dengan kelengkapan sifatnya

Telah tersirat Cinta Rasulullah dengan Perempuan Sholeha "Siti Khadijah"
Cinta yang tak lekang dimakan usia
Cinta yang bertunas cinta, kemudian dari tangkainya berbuah cinta
Ungkapan sederhana ini yang mungkin bisa kutuliskann

Jika Cinta itu samudra biru dunia, yang tak akan selesai bila di arungi
Maka Ajal-lah sebagai dermaga yang Indah sebagai pemberhentian
Langitrnya Merah dikala senja, Anginya menenangkan jiwa yang gelisah
Membuka belenggu-belenggu kerisauan

Ajal, Bukan akhir perjalanan
Hanya sebuah pemberhentian
Keindahan yang sulit dipahami akal bagi jiwa yang tak beriman
Ajal berarti pertemuan dengan sang maha indah

Cinta dan Ajal Keduanya kenikmatan yang sukar dipahami akal
Hanya hati dan Iman yang pasti mengerti..

Rintihan dalam Kebun Hati


"Langit Mendung,, Pertanda akan turun hujan"
Apakah selamanya seperti itu?
Hati kami terasa Mendung.. Diselimuti awan pekat
tapi kesegaran tak datang menyirami

      Pelangi.. pastilah timbul, bila langit cerah kembali
      Tapi tak sama dengan jiwa kami
      jiwa yg selalu dihimpit, dihantui, banyak macam ketakutan
      takut akan kehilangan, kehilangan yang sejatinya bukan milik kami

Hujan membawa kesuburan..
hujan pula tak jarang membuat kebanjiran..
kebanjiran bagi kami, pemilik tangan-tangan kotor ini
tangan yang membawa kerusakan bagi bumi

      kata orang... hati ibarat kebun yang subur..
      Ya tentu saja.. bila kebaikan yang kita tanam,, pastilah kebaikan yang kita tuai
      Namun kebanyakan dari kita senang membudidayakan keburukan..
      Lalu tumbuh suburlah kerusakan yang kita semai..
      jangan menyesal.. bila yang kita lihat dihamparan kebun hati hanya  keburukan yang bakal kita tuai

Tentulah,, seburuknya budi.. masih ada pekerti
cobalah ketuk hati kecil ini
dan berkata "Wahai hati.. apakah kau dicipta untuk menodai kebaikan yang Tuhan ciptakan?i"
maka hati pasti menjawab "Tutup mulutmu.. Tuhanku menciptakan Aku hanya untuk kebaikan & kebenaran.. Pergi tanya pada Hawa nafsumu"

     Pantaslah kita menangis..
     menangis atas kerusakan & dosa yang kita perbuat,,
     Bermuunajatlah sepantasnya, berbicalah selayaknya pada sang Khaliq..
     Sang pemilik semesta sang pemilik hati..

Hanya Taubat yang dapat menjadi obat
Obat kerusakan bagi hati & negeri..
Lihatlah Langit mendung...
Pasti cerah kembali...


Rabu, 02 Januari 2013

Senandung kata untuk Bunda


Memulai hari di kala fajar menyapa
Begitu hangat….sehangat senyuman Bunda menyapaku

Meski aku tak begitu mampu mengingatnya
Ini ceritaku untuk Bunda

Aku hanyalah bayi mungil,5 tahun yang lalu…
Yang hanya mampu menangis sepanjang waktu
Dari pagi hingga petang dalam pangkuanmu
Merengek, meronta tak tentu…
Bunda, namun kau tetap tersenyum
Sambil menatap dan mengamati wajahku yang terus menangis
Namun, kau tetap bilang “aku lucu”

Bunda, satu tahun berlalu
Aku mulai berjalan
Mungkin kau berharap aku tak lagi membebani tubuhmu
Ternyata tidak juga Bunda
Aku mungkin justru semakin membuatmu khawatir
Berjalan hingga jauh dari dekapanmu
Menghilang di sela-sela waktu tidurmu
Ohh..Bunda, kau masih juga tersenyum…

Bunda, kini aku sudah 5 tahun
Berharap mampu mandiri dengan segala keakuanku
Mampu sholih seperti para pendahuluku
Mampu mengenal dunia dengan kecerdasanku
Bunda…
Maaf untuk salah dan khilaf
Semoga mampu membuatmu semakin kuat dan bersabar
Terimakasih bunda…
Untuk pengasuhanmu
Untuk segelas susu yang setiap hari kau siapkan
Untuk nasi goreng spesial yang setiap hari kuminta
Untuk dongeng sebelum tidur yang tak bosan kau ceritakan

Bunda, do’aku untukmu
Semoga Allah selalu menjagamu dalam setiap langkah
Dan kelak, kita berjumpa kembali di sana
Di taman surga bersama keluarga kita tercinta

~Selamat Hari Ibu, Bunda~
I LOVE YOU